Showing posts with label Wisdom. Show all posts
Kata – Kata Mutiara Ibnu Khaldun


·        Disepanjang sejarah banyak bangsa telah menderita kekalahan jasmani, tetapi itu tidak menandai akhir dari sebuah bangsa. Tetapi ketika sebuah bangsa telah menjadi korban dari kekalahan psikologis, maka itulah tanda kehancuran bangsa itu.
·         Ia yang menemukan jalan baru adalah seorang penemu jalan, walau jalan itu telah temukan lagi oleh orang lain, dan ia yang berjalan jauh didepan temannya adalah seorang pemimpin, walau setelah berabad-abad berlalu ia tetap dikenal sebagai pemimpin dan diikuti dengan cerdas.
·         Usaha yang dimiliki oleh saudagar atau perusahaan yang besrtanggung jawab akhirnya akan mengungguli usaha yang dimiliki penguasa – penguasa kaya.
·         Luar biasa, ternyata dengan sedikit pengecualian kebanyakan ulama muslim… dalam bidang ilmu pengetahuan bukan orang Arab.

Kata – Kata Mutiara Ibnu Sina


·         Manusia dibagi menjadi dua bagian. Mereka yang memiliki kecerdasan tetapi tidak memiliki Agama, dan mereka yang memiliki Agama tetapi tidak memiliki kecerdasan.
·         Ketiadaan pengertian tidak berarti ketiadaan wujud.
·         Siapa pun yang menyangkal hokum tanpa kontradiksi harus dipukuli dan dibakar hingga ia mengakui bahwa dipukuli tidak sama dengan tidak dipukuli, dan dibakar tidak sama dengan tidak dibakar.

Kata – Kata Mutiara Ibnu Al-Jawzi



Aib ditutupi Allah
·         Ketahuilah jika orang mengagumimu, sebenarnya itu karena Allah menutup aibmu sehingga tidak Nampak oleh mereka.

Pengampunan Allah
·         Setan berkata : “Aku sudah menjatuhkan manusia dengan dosa-dosa mereka … dan mereka mengalahkanku dengan mencari pengampunan Allah!”

Renungan orang beriman sejati
·         Rabia’ah berkata : “Aku belum pernah mendengar Adzan (panggilan untuk shalat) yang tidak mengingatkanku akan panggilan hari kebangkitan, dan aku pernah melihat salju yang turun tanpa membuatku ingat akan halaman-halaman buku catatan amal orang-orang yang melayang (pada hari itu), dan aku tidak pernah melihat kumpulan belalang yang tidak mengingatkanku pada kumpulan besar pada hari akhir.

Kesalehan
·         Ketahuilah bahwa tidak semua hari akan sama … kadang-kadang kau papa, kadang-kadang kau kaya, kadang-kadang kau terhormat, kadang-kadang kau terhina. Kadang-kadang kau mengalami kebahagiaan temanmu, dan kadang-kadang kau merasakan kegembiraan musuhmu. Ia yang bahagia adalah ia yang tetap berpegang pada satu prinsip dalam melalui semua itu, yaitu tetap menjaga kekhusuyukan.
·         Jika ia kaya, kekayaannya akan memperindah pribadinya. Jika ia miskin, kemiskinannya membuka pintu-pintu kesabarannya. Jika ia sedang dalam keadaan damai itu akan melengkapi berkah yang dimilikinya. Jika ia dalam kesusahan, itu akan memperindah pribadinya, dan tidak penting baginya apakah hari-harinya baik atau buruk, apakah ia berpakaian pantas atau tidak, apakah ia lapar atau tidak, karena ia tahu semua keadaan itu akan berubah.
·         Jadi, kesalehan adalah akar dari keselamatan, penjaga yang tidak pernah tidur. Ia akan membimbingmu pada masa kekacauan, dan tetap berjaga di perbatasan.
·         Tetaplah bersikap saleh, karena kau menganggap kesempitan sebagai sesuatu yang tidak perlu dirisaukan sehingga bisa santai, dan masa sakit kau anggap sebagai masa istirahat.

Kata – Kata Mutiara Ibnu Abbas



Teman
·         Ali ibn Abi Talib ditanya : “Berapa orang temanmu?” Ia menjawab, “Aku tidak tahu sekarang karena kehidupanku belum menyulitkanku, maka semua orang adalah temanmu. Aku hanya akan tahu punya teman-teman sejati ketika kehidupanku memburuk, karena ketika itulah teman-teman terbaikku datang untuk mendukungku.”

Tanda pebuatan baik dan buruk
·         Sebuah perbuatan baik memberikan cahaya pada hati, mencerahkan wajah, menguatkan tubuh, meningkatkan kehidupan dan menumbuhkan cinta didalam hati orang-orang. Sebaliknya, perbuatan buruk mengakibatkan kegelapan hati, bayangan hitam pada wajah, kelemahan tubuh, masa kanak-kanak yang buruk dan antipasti orang lain terhadap dirinya.

Mencinta dan Membenci demi Allah
·         Mencinta demi Allah dan membenci demi Allah, membuat permusuhanmu karena Allah dan pertemananmu juga karena Allah, karena cinta dan dukungan Allah tidak didapatkan melalui ini. Seseorang tidak akan merasakan keimanan sejati—walau ia melakukan shalat dan berpuasa—kecuali ketika ia dalam keadaan ini. Kini, persaudaraan berdasarkan kehidupan duniawi, tetapi ini tidak akan berpengaruh pada mereka pada hari kebangkitan.

Kata – Kata Mutiara Ibnu Athillah Al-Iskandari


·        Aku tidak tahu lagi apa yang lebih berguna untukmu selain: berserah kepada Allah, berendah hati pada-Nya, berpikiran yang terbaik akan diri-Nya, terus menerus minta pengampunan-Nya, walau kau harus mengulangi perbuatan dosamu 70 kali dalam sehari.
·        Ketika Ia memberi Ia memperlihatkan kebaikan-Nya, ketika Ia mencabut Ia memperlihatkan kekuasaan-Nya, dan dalam semuanya itu Ia memperkenalkan diri-Nya padamu dan datang padamu dengan kelembutan-Nya.

Jaminan akan jawaban Allah Swt.
·        Jika kau berdoa dengan tekun dan doamu tidak segera terkabul, jangan putus asa. Jawaban-Nya dijamin, tetapi dengan cara yang dipilih-Nya, bukan dengan caramu, dan pada waktu yang Ia kehendaki, bukan kau mau.
·        Apa yang ditemukan orang yang telah kehilangan Tuhan? Dan apa yang hilang darinya jika ia menemukan Tuhan?”

Dikutip dari Buku : The Great Wisdom from The Great Thinkers



·        
·         Hati seperti burung, cinta adalah kepalanya dan dua sayapnya adalah harapan dan ketakutan.
·         Ia yang ditakdirkan Allah untuk masuk Surga, alasan-alasan yang akan membuatnya masuk kesana akan muncul dari bencana yang dialaminya, dan ia yang ditakdirkan Allah masuk neraka, alasannya muncul dari nafsu.
·         Hati yang jauh dari Allah adalah hati yang mengeras. Jika hati mengeras, mata pun mengering.
·         Kunci dari kehidupan hati terletak pada menjadi pantulan Quran, merendahkan diri dihadapan Allah tanpa terlihat orang lain, dan meninggalkan perbuatan dosa.
·         Penghambaan dan kepatuhan menerangi hati, menguatkannya, dan meneguhkannya, hingga menjadi cermin bening, berkilat karena cahaya.
·         Perbuatan baik tanpa ketulusan seperti seorang pengembara yang membawa kendi air dengan kotoran di dalamnya. Membawa kendi itu memberatkannya dan tidak memberinya keuntungan.
·         Kata-kata tetap menjadi budak bagimu, tetapi begitu ia meninggalkan mulutmu, kau menjadi budaknya.
·         Waktu ibarat pedang. Jika tidak dapat menggunakannya dengan benar, ia akan memotong kita.
·         Aneh sekali! Kau kehilangan sedikit saja dari milikmu kau menangis. Tetapi kau menyia-nyiakannya seluruh hidupmu, dan kau tertawa.
·         Setetes air mencair ke dalam lautan. Semua orang dapat melihatnya. Tetapi lautan yang menyerap ke dalam setetes air, jarang yang dapat mengikutinya.
·         Selama manusia mengkhawatirkan kapan ia akan mati, dan mengakui apa yang ada padanya adalah miliknya, segala pekerjaan sang Guru tidak berarti. Ketika kecintaan pada makhluk ‘aku’ dan apa yang dimiliknya mati, maka pekerjaan sang Guru selesai.
·         Aku tidak mengutip dari kitab suci. Aku hanya melihat apa yang kulihat.
·         Ayo kita hanyutkan diri kita di samudra ketiadaan dan muncul lagi berjubah pakaian keberadaan ilahi.
·         Manusia yang sesungguhnya adalah ia yang takut akan kematian hatinya daripada kematian raganya.
·         Ketika kau tidak memiliki pengetahuan, seseorang akan membawakanmu tanah dank au percaya bahwa itu adalah emas. 
·     Salah satu dari obat yang paling manjur adalah doa yang tidak pernah putus.
Hal – Hal Terbaik (1)
Seorang Membaca Al-Quran

·         Hal terbaik untuk dilakukan dipagi hari adalah sibuk shalat, membaca Al-Quran, mengingat Allah, dan mohon ampunan-Nya.
·         Hal terbaik ketika mengajar murid-murid atau orang bodoh adalah memusatkan perhatianmu pada mereka.
·         Hal terbaik ketika kita mendengar adzan adalah meninggalkan segera yang sedang kau kerjakan dan berusaha mengikuti panggilan adzan itu.
·         Hal terbaik selama mendirikan shalat wajib lima waktu adalah berusaha keras untuk melakukannya dengan sebaik-baiknya, dan tidak menunda-nundanya. Dan bagi kaum laki-laki pergilah ke masjid walau letaknya jauh itu lebih baik.
·         Hal terbaik untuk dilakukan ketika seseorang membutuhkan bantuan tenagamu atau uangmu, segeralah bantu orang tersebut, bebaskan dari kesedihannya, dan utamakan ini diatas shalat wajib yang biasa kau lakukan.

Hal – Hal Terbaik (2)
  • ·         Hal terbaik yang kau kerjakan ketika membaca Al-Quran adalah menghadirkan hati dan pikiranmu supaya dapat merenungkan dan mengerti seolah Allah secara pribadi menyampaikannya padamu.
    ·         Hal terbaik untuk dilakukan selama sepuluh hari terakhir pada malam bulan Ramadan adalah tinggal dimasjid dan jadwalkan kegiatan itu tanpa tercampur dengan kegiatan lainnya dan menjadi tidak khusyuk.
    ·         Hal terbaik jika suadaramu sakit atau wafat adalah mengunjunginya, hadiri pemakamannya, dan utamakan ini diatas ibadah wajib pribadimu atau kegiatan social lainnya.
    ·         Hal terbaik ketika musibah terjadi padamu atau orang-orang disekitarmu adalah lakukan kewajibanmu yaitu bersabar sambil terus membantu mereka dan tidak meninggalkan mereka. Orang-orang yang beriman yang membantu orang-orang yang terkena musibah lebih baik daripada orang-orang beriman yang tidak membantu dan tidak merasa terusik karenanya.
    ·         Dan cara terbaik untuk membantu mereka adalah melakukan apa pun yang baik untuk mereka, itu lebih baik daripada menutup diri dari mereka. Bagaimanapun, jika kau tahu bahwa menolong mereka akan mengurangi penderitaan mereka, lebih baik daripada meninggalkan mereka.
    ·         Jadi, hal terbaik yang kau lakukan dalam segala keadaan adalah apa pun yang menyenangkan Allah ketika itu dan keadaan itu dan pusatkanlah perhatian pada kewajiban utama ketika itu. Lakukan apapun yang penting dan perlu untuk mengatasi bencana itu.
    ·         Hal yang paling penting bukanlah benda.

Lima Tata Krama ketika Belajar :


1.      Bertanyalah dengan cara yang baik,
2.      Diamlah dan menyimak dengan baik,
3.      Mengerti dengan baik,
4.      Menghafalnya,
5.      Ajarkan ilmu yang kau peroleh.

·         Ini buah dari belajar, praktikkan apa yang telah kau pelajari dan jangan berlebihan.
·         Sesungguhnya ada ruang kosong didalam hati yang tidak dapat di hilangkan kecuali oleh Allah Subhanahuwa ta’ala.
·         Ada kesedihan yang tidak bisa dihilangkan kecuali dengan kebahagiaan karena mengenal Allah Subhanahuwa ta’ala dan jujur terhadap-Nya.
·         Ada kekosongan yang tidak dapat diisi kecuali dengan mencintai-Nya dan dengan menghadapkan wajah kita kepada-Nya dan selalu mengingat-Nya.
·         Dan jika seseorang diberikan dunia dan seisi, tetap tidak akan bisa mengisi kekosongan itu.
·         Setiap cinta yang mengakibatkan jauh dari cinta-Nya adalah hukuman, hanya cinta yang membawa kita ada cinta-Nya, itulah cinta sejati.
·         Sesungguhnya apa pun yang hilang dari seorang hamba Allah akan diganti, tetapi ketika ia kehilangan Allah, tidak aka nada yang bisa menggantikan-Nya. 

Cinta Allah


Ibnu Qayyim mengatakan bahwa ada 10 hal yang bisa membuat kita dicintai Allah.
1.      Membaca Al-Quran dengan perenungannya dan pengertian akan maknanya.
2.      Mencari kedekatan pada Allah dengan cara melakukan kegiatan social di samping melaksanakan ibadah wajib, karena itu semua membawa kita ke tingkat cinta yang tertinggi.
3.      Mengingat Allah pada kesempatan apa pun pada waktumu sendiri, dengan hati ataupun perbuatan.
4.      Mengutamakan apa yang di cintai-Nya daripada apa yang kau cintai ketika keinginanmu begitu kuat.
5.      Biarkan hatimu mengingat Nama-nama-Nya dan Atribut-atribut-Nya.
6.      Renungkan begitu banyaknya kebaikan dan berkah Allah baik yang tampak  maupun yang tidak, karena itu membawa kepada cinta-Nya.
7.      Lembutkan hatimu ketika Shalat.
8.      Sendiri bersama-Nya ketika ia turun pada sepertiga terakhir malam. Dan ini artinya memohon pada-Nya, mengucapkan firman-firman-Nya, berdiri dengan segala ketulusan dan penyerahan, lalu mengakhirinya dengan permohonan ampun pada-Nya.
9.      Duduk bersama dengan mereka yang mencintai Allah dengan tulus.
10.  Menjauhi segala hal yang menciptakan penghalang antara hatimu dan Allah.

·         Duduk bersama orang-orang yang dapat menghilangkan ego dan kecongkakan dari hatimu.
·         Ketika Allah menganugerahi Nabi Yusuf a.s. ketampanan paras, itu membuatnya masuk penjara. Tetapi ketika Allah menganugerahinya pengetahuan(ketika ia menafsirkan mimpi Raja) hal itu tidak saja mengeluarkannya dari penjara, tetapi juga menaikkan derajat sosialnya. Hal itu jelas memperlihatkan kepada kita kebaikan dari ilmu pengetahuan, dan keindahan raga tidak berarti apa pun.
·         Hati seperti burung: cinta adalah kepalanya kedua sayapnya adalah harapan dan ketakutan.
·         Selama seseorang berada di jalan yang benar, ia tidak perlu peduli kepada celaan orang-orang yang senang mencari kesalahan orang lain.
·         Tidak ada gunanya mencapai keyakinan dan kepastian selain dari Al-Quran.
·         Nabi Muhammad Saw. Menggabungkan takut kepada Allah Swt. Dan sifat yang baik karena takut kepada Allah Swt. Memperbaiki hubungan antara hamba dan Tuhannya, dan sifat yang baik memperbaiki hubungan antara hamba dan ciptaan-Nya. Jadi, takut terhadap Allah Swt. Membawa kasih sayang Allah Swt. Padanya, dan sifat yang baik mengundang kasih sayang sesama manusia kepadanya.

Dikutip : Buku The Great Wisdom from The Great Thinkers






Nama Al-Imam Asy-Syafi’i adalah Muhammad bin Idris. Beliau berasal dari Kabilah Quraisy yang terhormat (Al-Qurasyi), tepatnya dari Bani Al-Muththalib (Al-Muththalibi) dan dari anak cucu Syafi’ bin As-Saib (Asy-Syafi’i). Adapun ibu beliau adalah seorang wanita mulia dari Kabilah Azd (salah satu kabilah negeri Yaman). Kunyah beliau Abu Abdillah, sedangkan laqab (julukan) beliau Nashirul Hadits (pembela hadits NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam).

Meskipun Imam Syafi’i menguasai hampir seluruh disiplin ilmu, namun beliau lebih dikenal sebagai ahli hadis dan hukum karena inti pemikirannya terfokus pada dua cabang ilmu tersebut, pembelaannya yang besar terhadap sunnah Nabi sehingga beliau digelari Nasuru Sunnah (Pembela Sunnah Nabi). 

Dalam pandangannya, sunnah Nabi mempunyai kedudukan yang sangat tinggi, malah beberapa kalangan menyebutkan bahwa Imam Syafi’i menyetarakan kedudukan sunnah dengan Al Quran dalam kaitannya sebagai sumber hukum islam, karena itu, menurut beliau setiap hukum yang ditetapkan oleh rasulullah pada hakekatnya merupakan hasil pemahaman yang diperoleh Nabi dari pemahamannya terhadap Al Quran. Selain kedua sumber tersebut (Al Quran dan Hadis), dalam mengambil suatu ketetapan hukum, Imam Syafi’i juga menggunakan Ijma’, Qiyas dan istidlal (penalaran) sebagai dasar hukum islam.

Berikut beberapa kata mutiara Imam Syafi’I yang dihimpun dari berbagai sumber :

“ Ilmu itu bukan yang di hafal tetapi yang memberi manfaat “

“ Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan “

“ Tujuan dari ilmu adalah mengamalkannya, ilmu yang hakiki adalah merefleksikannya didalam kehidupan bukan yang bertengger di kepala “

“ Jangan pernah mencintai seseorang yang tidak mencintai Allah, jika Allah saja ia tinggalkan apalagi seorang dirimu “

“ Alangkah baiknya engkau bersifat manis meski hidup itu sendiri pahit “

“ Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu”

“ Apabila kalian memiliki teman yang membantumu dalam ketaatan, maka genggam erat tangannya karena mendapatkan seorang sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya mudah “

“ Berapa ramai manusia yang hidup dalam kelalaian sedangkan kain kafannya sedang di tenun “

“ Bumi Allah amatlah luas namun apabila takdir sudah dating, angkasa pun menjadi sempit “
“ Kurangilah kesenanganmu pada dunia, agar berkurang kedukaanmu di akhirat “

Mungkin hanya ini yang bisa kami share, semoga bermanfaat dan bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari beliau. Kalau ada kekeliruan artikel mohon di koreksi dan saling melengkapi.

Terima Kasih


( a.r / red )
Copyright © Ainur R. 2018 Berbagi Ilmu