Showing posts with label Psikologi. Show all posts
SEPULUH SEBAB UTAMA KEGAGALAN SEORANG PEMIMPIN

Beberapa sebab kegagalan seorang pemimpin, karena dengan mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan sama pentingnya dengan mengetahui apa yang harus dilakukan :

1.   Ketidakmampuan menyusun perincian: Kepemimpinan yang efisien memerlukan kemampuan untuk mengorganisasi dan menguasai perincian. Tidak ada pemimpin sejati yang pernah “terlalu sibuk” untuk melakukan apa saja yang mungkin perlu dilakukan dalam kapasitasnya sebagai pemimpin. Kalau seseorang entah seorang pemimpin atau seorang pengikut, mengakui bahwa dia “terlalu sibuk” untuk mengubah rencananya atau memberi perhatian kepada suatu keadaan darurat, maka dia mengakui bahwa dirinya tidak efisien. Pemimpin yang sukses harus menguasai semua perincian yang berhubungan dengan posisinya. Itu berarti, tentu saja, mengharuskan dia memiliki kebiasaan mewakilkan perincian kepada para asisten yang cakap.

2.   Keengganan memberikan pelayanan yang dipandang rendah: pemimpin besar yang sejati bersedia, saat terpaksa, melakukan jenis pekerjaan apa saja yang mungkin mereka minta untuk dilakukan orang lain. “Yang terbesar diantara kamu akan menjadi pelayan semua orang” merupakan kebenaran yang diperhatikan dan dihormati oleh semua pemimpin yang cakap.

3.  Mengharapkan upah dari apa yang mereka “ketahui”, bukan apa yang mereka lakukan berdasarkan yang mereka ketahui: Dunia tidak membayar orang untuk hal yang mereka ketahui. Dunia membayar mereka untuk apa yang mereka lakukan, atau yang mereka ingin agar dilakukan orang lain.

4.  Takut bersaing dengan pengikut: Pemimpin yang merasa terancam jika salah seorang pengikutnya akan  merebut posisinya, cepat atau lambat ketakutannya akan menjadi kenyataan. Pemimpin yang kompeten akan melatih pengikutnya supaya bisa mendelegasikan pekerjaan kepada mereka, dan juga suatu perincian dari posisinya. Hanya dengan cara itu saja seorang  pemimpin bisa melipatgandakan dirinya dan mempersiapkan dirinya untuk berada dibanyak tempat, dan memberikan perhatian kepada banyak hal pada satu saat sekaligus. Merupakan kebenaran abadi bahwa orang menerima upah lebih besar untuk “kemampuan mereka membuat orang lain melakukan pekerjaan”, daripada yang mungkin bisa mereka terima dengan melakukan pekerjaan sendiri. Seorang pemimpi yang efisien, melalui pengetahuan tentang pekerjaannya dan magnetisme kepribadiannya, bisa sangat meningkatkan efisiensi orang lain, dan membuat mereka bisa memberikan lebih banyak pelayanan dan lebih daripada yang bisa mereka berikan tanpa bantuannya.

5.  Kurang imajinasi: Tanpa Imajinasi, pemimpin tidak mampu mengatasi keadaan darurat, serta menciptakan rencana  untuk membimbing para pengikutnya secara efisien.

6.   Mementingkan diri sendiri: Pemimpin yang mencaplok semua penghargaan bagi dirinya sendiri untuk semua pekerjaan yang dilakukan pengikutnya pasti akan menjadi sasaran kebencian. Pemimpin besar sejati tidak pernah merebut penghargaan milik orang lain. Dia sudah puas melihat penghargaan, kalau memang ada, diberikan kepada parap pengikutnya karena dia tahu kebanyakan orang akan bekerja lebih keras untuk mendapatkan pujian dan pengakuan daripada yang mereka lakukan untuk semata-mata mendapat uang.

7. Tidak sederhana: Pengikut tidak menghargai seorang pemimpin yang tidak memiliki kesederhanaan. Lebih-lebih ketidaksederhanaan, dalam bentuknya, merusak ketahanan dan vitalitas semua orang yang menganutnya.

8.  Tidak loyal: Barang kali seharusnya ini dicantumkan pada puncak daftar. Pemimpin yang tidak loyal atau tidak setia kepada orang kepercayaannya, kepada rekan-rekannya dan mereka yang berada diatasnya maupun dibawahnya, tidak akan lama bisa mempertahankan kepemimpinannya. Sifat tidak loyal menandai seseorang yang derajatnya lebih rendah daripada debu, dan menyebabkan orang itu menerima penghinaan yang patut diterimanya. Kurangnya  loyalitas menjadi penyebab utama kegagalan dalam setiap bidang kehidupan.

9.  Menekankan “wewenang” kepemimpinan: Pemimpin yang efisien memimpin dengan memberi dorongan, bukan dengan menanamkan rasa takut dalam hati para pengikutnya. Pemimpin yang berusaha memberi kesan kepada pengikutnya dengan wewenang termasuk dalam kategori kepemimpinan melalui paksaan. Kalau seorang pemimpin benar-benar merupakan pemimpin sejati, dia tidak perlu mengiklankan fakta itu selain dengan tindak tanduknya-rasa simpatinya, rasa pengertiannya, kejujurannya, dan peragaan bahwa dia mengetahui pekerjaannya.

10.  Menekankan jabatan: Pemimpin yang cakap tidak memerlukan jabatan atau “titel” untuk membuatnya dihormati oleh para pengikutnya. Orang yang terlalu menekankan pada jabatan biasanya tidak banyak memiliki hal lainnya untuk ditonjolkan. Pintu kantor seorang pemimpin sejati terbuka bagi semua orang yang ingin masuk, dan ruang kerjanya bebas dari formalitas atau perbatasan.

Ini semua termasuk dalam penyebab umum kegagalan seorang pemimpin. Setiap kesalahan ini sudah cukup untuk menyebabkan kegagalan. Pelajarilah daftar ini dengan cermat kalau anda ingin menjadi pemimpin dan memastikan bahwa anda bebas dari semua kesalahan tersebut.

Dikutip : Buku “Think & Grow Rich” Napoleon Hill


Hukum sugesti pribadi,

Hukum sugesti pribadi, yang bisa membuat kita menanjak ke puncak keberhasilan sampai melampaui imajinasinya, dijelaskan dengan baik dalam bait-bait berikut ini :

Jika Anda berpikir Anda kalah, Anda kalah.
Jika Anda berpikir Anda tidak berani, Anda tidak berani.
Jika Anda ingin menang, tetapi berpikir tidak bisa,
Sudah hampir pasti Anda tidak bisa.

Jika Anda berpikir Anda akan kalah, Anda akan kalah.
Sebab di dunia ini kita mendapatkan,
Sukses dimulai dengan kehendak seseorang.
Semua ada dalam keadaan pikirannya.

Jika Anda berpikir Anda rendah, Anda rendah,
Anda harus berpikir akan menanjak tinggi,
Anda harus yakin akan diri sendiri,
Sebelum Anda bisa memenangkan hadiah.

Perjuangan hidup tidak selalu dimenangkan
Oleh yang kuat atau lebih cepat,
Tapi cepat atau lambat orang yang bisa menang
Adalah orang yang BERPIKIR IA BISA MENANG.

Perhatikan kata-kata yang diberi penekanan, dan Anda akan menangkap arti mendalam yang diungkapkan oleh si penyair.

Disuatu tempat dalam diri Anda (mungkin didalam sel-sel otak Anda), ada benih keberhasilan yang sedang tertidur. Jika dibangunkan dan dijadikan landasan tindakan, maka benih itu bisa membawa Anda ke suatu ketinggian, yang bahkan belum pernah Anda harapkan untuk tercapai.

Persis seperti ketika seorang musisi mahir bisa  mengalunkan music yang paling indah dari dawai biola, Anda pun bisa membangkitkan kegeniusan yang tertidur dalam otak Anda, dan menjadikannya pendorong supaya Anda menanjak menuju tujuan  apa pun yang ingin Anda capai.

Kalau Anda mengisi pikiran Anda dengan rasa takut, keraguan, dan ketidakpercayaan pada kemampuan Anda dalam menghubungkan dan menggunakan kekuatan Inteligensi tanpa batas, maka hokum sugesti pribadi akan mengambil semangat ketidakpercayaan ini dan menggunakannya sebagai pola, dan pikiran bawah sadar Anda akan mengubahnya menjadi padanan fisiknya.

(a.r/red)




Kemauan “ Titik Awal Segala Prestasi”

Kemauan membara untuk menjadi seseorang atau melakukan sesuatu adalah titik awal bagi para pemimpi untuk lepas landas. Impian tidak lahir dari sikap masa bodoh, kemalasan, atau kurangnya ambisi.

Ada perbedaan antara mengharapkan suatu hal dan siap menerimanya. Tidak ada seorang pun yang siap sampai dia yakin bisa memperolehnya. Kekuatan pikiran kita haruslah tentang keyakinan, bukan hanya berharap atau berandai-andai. Pikiran yang terbuka sangat penting bagi keyakinan. Pikiran yang tertutup tidak mengilhami keyakinan, keberanian atau kepercayaan.

Ingat, tidak ada upaya lebih yang diperlukan untuk mencapai kedudukan tinggi dalam hidup, untuk mengejar kelimpahan dan kemakmuran, daripada yang diperlukan untuk menerima penderitaan dan kemiskinan. Seorang penyair besar dengan tepat menyatakan kebenaran semesta melalui bait-bait dibawah ini :

Aku minta upah satu sen kepada Hidup,
tapi hidup tidak mau membayar lebih,
betapapun aku memohon di sore hari,
setelah kuhitung simpananku yang cuma sedikit.

Sebab hidup hanyalah pemberi kerja,
dia memberi apa yang kau minta,
tapi begitu kau telah menetapkan upahnya,
kerjakanlah tugasnya.

Aku bekerja demi upah kerja kasar,
hanya untuk tahu, dan menyesal,
bahwa berapapun upah yang kau minta dari hidup,
hidup akan bersedia membayarnya.

Metode mengubah kemauan memperoleh kekayaan menjadi padanan finansialnya, terkandung dalam enam langkah yang pasti dan praktis berikut ini :

Pertama : Tetapkan dalam pikiran anda, berapa tepatnya jumlah uang yang anda inginkan. Tidak cukup dengan hanya mengatakan “ saya ingin punya banyak uang “. Pastikan beberapa jumlah yang anda inginkan. (Ada alasan psikologis kenapa harus dipastikan).

Kedua : Tentukan dengan tepat apa yang akan anda lakukan supaya mendapatkan uang yang anda inginkan.(Kenyataannya, “tidak ada sesuatu yang gratis”)

Ketiga : Tetapkan waktu yang pasti kapan anda bermaksud memiliki uang yang anda inginkan.

Keempat : Buat rencana yang pasti untuk melaksanakan kemauan anda, dan mulailah segera, entah anda sudah siap atau belum untuk menjalankan rencana itu.

Kelima : Tulislah pernyataan yang jelas dan ringkas, berapa jumlah  yang yang ingin anda peroleh, sebutkan batas waktunya, nyatakan apa yang akan anda lakukan supaya bisa mendapatkan uang itu dan jelaskan rencana serta cara-cara untuk mengumpulkannya.

Keenam : bacalah pernyataan tertulis anda keras-keras, dua kali sehari, sekali sebelum anda tidur diwaktu malam, dan sekali setelah anda bangun tidur dipagi hari. Ketika membacanya, lihat dan rasakan serta yakinkan diri anda bahwa anda sudah memiliki uang itu.

            Penting sekali bagi anda untuk mengikuti instruksi yang dijelaskan dalam keenam langkah tersebut. Terutama dalam memperhatikan dan mengikuti instruksi di paragraph keenam. Anda boleh mengeluh bahwa mustahil anda benar-benar memilikinya. 

Disinilah kemauan membara bisa membantu anda. Kalau anda benar-benar mau mendapatkan uang sehingga kemauan itu menjadi obsesi, anda tidak akan mendapatkan kesulitan dalam meyakinkan diri anda bahwa anda akan memperoleh uang itu. Tujuannya untuk memiliki uang. Anda menjadi begitu bertekad untuk memilikinya sehingga anda meyakinkan diri anda sendiri bahwa anda akan memilikinya.

Dikutip : Buku Napoleon Hill “ Think and Grow Rich”

(a.r/red)





Ibu Aku Merindukanmu

Chapter 1

Entah aku harus mulai dari mana untuk membahas judul yang satu ini, yang pasti aku bingung karenanya aku tidak mungkin bisa membahasmu hanya dalam secarik kertas, mengabadikan jasamu sekedar dalam bingkai tulisan. Sejak kecil sampai saat ini aku masih lah anakmu yang mustahil untuk bisa membalas budimu, tak lepas dari itu masih saja aku sering mengecewakanmu, namun sekali lagi itulah aku anakmu Ibu.

Disaat aku masih tertidur pulas engkau bangun tanpa terpaksa, bergerak untuk menyiapkan semua kebutuhan ketika aku sudah terjaga, engkau masih saja bisa tertawa meskipun ragamu tersiksa. Oh, ibu begitu mulianya engkau.

Tanpa terasa sambil menulis cerita ini air mataku menetes perlahan, andai saja air mata ini bisa menjadi tinta untuk menorehkan cerita tentangmu, aku rela meneteskannya meskipun aku mengorbankan organ mataku ibu, namun itu belumlah cukup karena cerita tentangmu mustahil untuk bisa diungkapkan baik itu dalam tulisan maupun dalam perbuatan. Mungkin itu terlihat konyol namun itulah aku anakmu ibu. Satu hal yang pasti untuk saati ini dan sampai kapanpun aku merindukanmu, rindu pelukan dan belaian kasih sayangmu, senyum tulusmu yang semuanya membuatku ingin segera kembali kepangkuanmu Ibu.

Meskipun aku sudah beranjak dewasa, namun aku masih ingin diperlakukan seperti aku waktu kecil dulu.  

Ibu aku merindukanmu … !!!      

Continue ... !! 

(a.r/red)                
  • Pengertian Karir

adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa belanda yaitu ”carriere” yang artinya perkembangan  atau kemajuan.

  • Maksudnya

perkembangan atau kemajuan baik dalam bidang pekerjaan,maupun kehidupan untuk bisa menjadi lebih baik.

Berikut ini adalah factor pendorong dari karier :

1.                  Penampilan:
penampilan ini menduduki posisi pertama karena orang bisa menghargai itu berawal dari bagaimana kita menampilkan  diri kita.

2.                  Optimistis:
Setelah kita berpenampilan baik kita tumbuhkan rasa optimistis dalam diri kita yakni dengan selalu berusaha dan mengambil  setiap kesempatan yang ada agar kita bisa lebih maju lagi kedepannya.
                                                      
3.                  Bekerja dengan cerdas dan keras:
kecerdasan bisa membantu kita bagaimana bisa bekerja dengan cara efisien dan efektif, sedangkan kerja keras bisa  membantu untuk bekerja lebih giat meskipun dalam tekanan.

4.                  Disiplin pribadi:
Juga berpengaruh karena dengan sikap disiplin seeorang bisa menghargai  segala sesuatuwaktu,

5.                  Berkeahlian khusus
Setiap manusia pasti mempunyai kelebihan/keahlian khusus hanya tinggal bagaimana ia mengetahui dan meningkatkan keahlian yang dimilikinya hingga benar – benar ahli dan dibutuhkan oleh perusahaan.

6.                  Bisa bekerja sama dalam team
Sangat berpengaruh karena dalam perusahaan akan banyak kasus permasalahan yang mungkin tidak bisa diselesaikan dengan individu, melainkan dengan kelompok.dalam hal ini diharapkan kita bisa berpengaruh dengan mengeluarkan ide-ide baru untuk menyelesaikan kasus tersebut atau mungkin memajukan perusahaan dimana ia bekerja.

  • Faktor-faktor  penghambat alam berkarier


1.      Malas
Malas adalah sebuah sifat atau mungkit penyakit yang hampir dimiliki setiap orang, jika orang sudah malas maka dia tidak akan melakukan sesuatu dalam bekerja apalagi berkarier.
2.      pesimistis
Sifat pesimistis ini bisa dibilaang orang yang selalu melihat kesulitan atau kegagalan dalam berkarier sehingga dalam mencoba hal baru dia akan merasa takut untuk jatuh atau gagal.

3.      Tidak mempunyai keinginan untuk maju
Seseorang yang seperti ini bisa dibilang orang yang sudah merasa puas dengan karirnya sehingga dia hanya berkarier pada pekerjaan itu-itu saja.

4.      Tidak mau meningkkatkan hasil kerja.
Maksudnya adalah hanya bekerja dengan hasil kerja yang biasa ia kerjakan tanpa membuat atau memikirkan inisiatif-inisiatif yang lebih baik untuk kariernya.

Itu semua adalah hal yang sangat menghambat perkembangan dan kemajuan seseorang dalam berkarier.

  • Membina karier kerja:


           Yakni berartikan merawat,menjaga,pekerjaan apa yang telah kita dapatkan serta meningkatkannya kejenjang karier yang lebih tinggi

  • Cara-cara membina karier kerja adalah sebagai berikut:


1.      Konsisten
Tetap selalu berusaha bekerja dengan baik meskipun lagi banyak masalah diluar.

2.      Meng-up date ilmu/pengetahuan
Semkin majunya zaman dan teknology tidak dipungkuri lagi bahwa ilmu pengetahuan akan semakin meningkat jadi seseorang dalam membina kariernya perlu meningkatkanya agar bisa bekerja dengan baik pada era yang terus berubah.

3.      Terus tetap belajar
Meskipun telah mahir dalam bidang yang kita tekuni kita tetaplah harus belejar,entah dari buku pengetahuan atau dari pengalaman yang tlah kita dapatkan guna meningkatkan wawasan dan pengetahuan kita.

4.      Jangan sombong
Sombong Adalah sifat suka meremehkan,baik meremehkan manusia,waktu,atau mungkin kesempatan yang ada, Seseorang yang mempunyai rasa yang seperti ini tidak akan pernah bisa membina kariernya.

           Komunikasi kerja ini sangat penting dalam suatu peningkatan karier dan kemajuan perusahaan agar tidak terjadi kesalah pahaman serta perbedaan tujuan dan pendapat .

Jenis komunikasi kerja ada 3 yakni:

1.      Komunikasi dari atasan pada bawahan
Komunikasi ini biasanya berisi tentang, motivasi,prosedur pkerjaan,arahan,dan perintah-perintah atasan terhadap bawahan.

2.      Komunikasi dari bawahan pada atasan
Komunikasi ini biasanya berisi tentang usulan,pendapat, atau masukan-masukan dari bawahan yang ditujukan pada atasan.

3.      Komunikasi antar bawahan/karyawan
Komunikasi ini bertujuan menyatukan tujuan dalam bekerja sama agar tidak ada kesalah pahaman dalam bekerja antara karyawan satu dengan karyawan yang lain.

  • Membangun kesan positif

       Dalam membangun kesan positif ini kita harus pandai dalam memnempatkan/melakukan sesuatu hal yang benar-benar disukai oleh atasan atau rekan kerja kita, hal ini bertujuan agar atasan atau rekan kerja kita benar-benar senang dengan keberadaan kita dalam situasi pekerjaan.

Cara-cara mengembangkan kesan positif:

1.      saling menghargai
semua orang akan senang jika dalam melakukan segala sesuatu itu akan dihargai,dan mengharagi ini bisa dilakukan dengan saling mengerti perbedaan pekerjaan atau pendapat yang ada antar sesama manusia.

2.      Bekerja secara professional
Yakni melakukan suatu pekerjaan pada tempat dan waktunya tanpa mengganggu/melakukan hal-hal lain diluar pekerjaan kita.

3.      Bertanggung jawab
Yakni bertanggung jawabpada pekerjaan yang telah kita buat apabila terdapat kesalahan-kesalahan yang ada pada pekerjaan kita.

4.      Bekerja dengan sepenuh hati
Hal ini akan membuat kita lebih rileks dalam melakukan suatu pekerjan jika kita melakukannya dengan sepenuh hati.

5.      Membina hubungan baik
Membina hubungan baik ini bisa dengan banyak cara salah satu contohnya adalah dengan memberikan senyuman yang tulus,membantu kesulitanya,dan berbincang-bincang diwaktu luangnya.

  • Profesionalisme kerja

Adalah seseorang yang mempunyai keahlian, keterampilan,dan kedisiplinan bertingkah laku/bekerja dalam suatu perusahaan .dan sifat professional ini sangat disukai oleh semua orang.

Ciri-ciri professional kerja:

1.      Selalu berusaha untuk sempurna
Yakni dalam melakukan pekerjaan seorang yang professional dia akan selalu meningkatkan hasil kerjanya sampai beanar-benar baik/sempurna.

2.      Teliti dan bersungguh
Yakni focus pada apa yang ia kerjakan dan teliti/atau detail dengan pekerjaannya yang sehingga ada kesalahan atau kekurangan ia akan berusaha untuk membenahi.

3.      Bekerja dengan tekun dan tabah
Yakni tetap tabah dan berusaha mengerjakanya meskipun ia berada dalam tekanan dan kesulitannya.





20 karakter tentang saya :  

1.      Jujur
Tidak pernah bisa berbohong sama mama, bahkan soal menyontek waktu ulangan atau saat mengambil makanan di dapur atau meja makan.

2.      Ramah
Saya suka menyapa orang walaupun cuma senyum  baik dengan orang yang saya kenal atau tidak.

3.      Paling benci kalau tidak bisa mengerjakan sesuatu
Misalkan ada pelajaran yang saya tidak mengerti atau ada suatu masalah yang tidak bisa saya selesaikan, saaya biasanya marah dan jengkel.

4.      Berusaha keras
Jika ada sesuatu yang membuat saya marah dan jengkel karena saya tidak bisa, saya pasti akan berusaha keras untuk mengerti dan menyelesaikannya.

5.      Kurang percaya diri
Misalnya saya ditunjuk sebagai ketua, atau saya dipercaya melakukan sesuatu yang penting saya selalu malu dan takut membuat kesalahan dalam mengerjakan tugas tersebut.

6.      Gampang panic
Kalau ada sesuatu hal yang mendadak dan saya belum mempersiapkan atau menguasai hal itu dengan baik,saya biasanya bingung dan cenderumg marah-marah.

7.      Sulit membuat keputusan
Bila membeli barang, atau disuruh memilih saya biasanya bilang terserah.

8.       Mudah bosan
Bila sedang senang melakukan sesuatu, itu tidak bertahan lama.

9.      Suka bermimpi dan mengkhayal
Bila sedang tidak melakukan apa-apa, biasanya saya berpikir tentang sesuatu seperti “kapan saya bisa jalan-jalan ke luar negeri?”. Lalu saya akan mulai menjadikan itu sebagai hal yang harus saya raih atau saya dapatkan (walaupun terkadang terlalu tinggi).

10.  Mudah tersentuh
Saat melihat sesuatu yang mengharukan seperti hal-hal romantic, bahkan drama korea atau film-film, saya sering menangis.

11.  Suka menghargai
Saya jarang mengejek hasil karya orang lain baik itu bagus atau tidak.

12.  Suka memuji
Saya tidak pernah malu untuk memuji orang lain, baik itu penampilan, nilai, atau hal lain jika itu memang benar adanya.

13.  Kurang bisa bergaul
Saya cenderung hanya bergaul dengan orang-orang yang saya rasa nyaman dengan saya, jika dengan seseorang yang belum saya kenal atau saya tidak nyaman dengannya, saya akan cenderung diam.

14.  Mau belajar
Bila ada sesuatu yang saya tidak pahami, baik dari segi pelajaran atau lainnya saya biasanya langsung mencari tahu dan belajar  tentang hal yang tidak saya pahami itu.

15.  Tidak boros
Saya jarang sekali menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak perlu seperti belanja (kecuali  jika memang dibutuhkan), jajan atau makan-makan di luar. 

16.  Suka menabung
Saya punya kebiasaan menyisihkan uang sejak masih SD, karena saya berpikir mungkin uang itu bisa dibuat untuk membantu orang tua atau membeli keperluan sekolah daripada untuk jajan.

17.  Mempedulikan penampilan
Saya orang yang memperhatikan penampilan diri, misalnya bila saya gemuk sedikit saja saya langsung berusaha keras untuk diet, bila ada jerawat langsung bingung.

18.  Suka tidur
Bila terlampau bosan dan tidak ada kegiatan yang menyenagkan sama sekali, saya bisa menghabiskan waktu dengan tidur berjam-jam.

19.  Suka kebersihan dan kerapian
Bila kamar kotor atau tidak rapi, saya bisa marah dan merasa tidak nyaman.

20.  Selalu mengerjakan tugas sampai selesai
Bila ada tugas misalnya tugas sekolah atau masalah lain, saya biasanya berusaha keras untuk segera menyelesaikan tugas itu walaupun sampai larrut malam,bahkan jika ada masalah, saya harus mencari solusinya sampai ketemu.

Copyright © Ainur R. 2018 Berbagi Ilmu